scroll to top Call Petrane whatsapp Petrane

Pengenalan Struktur Tanah, Tekstur Dan Cara Mengatasi Permasalahannya

Pengenalan Struktur Tanah, Tekstur Dan Cara Mengatasi Permasalahannya

Sebuah pembangunan infrastruktur,  pastinya akan melibatkan para tim pekerja yang biasanya melakukan kunjungan untuk melihat kondisi lokasi terkini. Aktifitas ini bertujuan untuk melihat bentuk jalan, sumber air, dan pastinya saja struktur tanah, atau juga melihat jenis dan tekstur tanah serta masalah yang mungkin akan muncul terkait kondisi tanah.

fakta dilapangan, bahwa struktur tanah seringkali lemah sehingga rentan terhadap longsor atau ambles. Sering kali, tanah yang masih dipenuhi air hingga menjadi rawa-rawa, bahkan sampai dengan ketika pembangunan dilakukan pada daerah yang dekat dengan perairan. Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini? Kebutuhan material apa saja yang dapat Anda gunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang tidak memadai selama membangun sebuah konstruksi? mari kita bahas!

Apa Yang Dimaksud Struktur Tanah?

Apa itu struktur tanah

Beberapa ahli memberikan pengertian tentang struktur tanah. yaitu seperti ada yang mengatakan bahwa struktur tanah adalah susunan partikel-partikel tanah (pasir, debu, liat) yang terikat membentuk agregat atau gumpalan. Dan juga ada yang menggambarkan struktur tanah sebagai susunan gumpal tanah menjadi bentuk tertentu.

Didasarkan pada definisi para ahli di atas, struktur tanah dapat didefinisikan sebagai rangkaian gumpalan tanah yang bergabung dan membentuk pola tertentu sebagai hasil dari aktivitas manusia dan alam.

Sebelum dimulainya pembangunan, baiknya struktur tanah haruslah diteliti untuk melihat kemungkinan masalah yang dapat muncul selama pembangunan. Selain itu, penelitian tentang dampak pembangunan infrastruktur terhadap struktur tanah dan lingkungan sekitarnya juga harus dilakukan. Mengapa ini harus dilakukan?  Karena banyak gedung atau infrastruktur dibangun di area yang memiliki peran penting bagi lingkungan, seperti daerah resapan air atau daerah buffer, yang merupakan istilah untuk wilayah yang mengelilingi objek alam tertentu.

Suatu pembangunan yang direncakanan di daerah tersebut akan  mendapatkan dampak besar pada lingkungan serta masyarakat di sekelilingnya, aktifitas penelitian yang menyeluruh sangat diperlukan agar dapat mengetahui apakah pembangunan tersebut dapat dilakukan di daerah itu dan juga efek yang telah ditimbulkan oleh adanya infrastruktur setelah dibangun.

Manfaat Mengetahui Struktur Tanah

Apa yang harus dilakukan sebelum memulai pembangunan?, ya benar sebuah penelitian tentang struktur tanah. Manfaat yang pertama, Anda dapat mengetahui berbagai jenis aktifitas yang dapat dilakukan di atas tanah tersebut. Sebagi contoh, Jenis tanah berkerikil dan dengan struktur tanah liat biasanya tidak cocok untuk membangun sebuah properti, sehingga biasanya diperlukan penyesuaian pondasi.

Mengapa penelitian sangat diperlukan? Karena apabila struktur tanah lemah maka akan dapat menimbulkan aktifitas longsor, struktur tanah yang tidak kuat juga tidak bisa dilakukan untuk pembangunan properti. Pada wilayah penggunungan atau perbukitan, struktur tanah tersebut bisa kita temukan dengan mudah. Kekuatan pada jenis struktur tanah ini juga tidak dapat menahan beban gravitasi yang kuat karena kondisinya yang mengandung air. Besar kemungkinan, hanya satu kali hujan dengan intensitas sedang dapat menyebabkan tanah longsor dalam waktu singkat.

Membangun properti pada daerah tersebut akan memerlukan pengerukan ulang, setelah itu ditimbun kembali dengan material tanah yang lebih kuat. Akan tetapi, karena jenis tanah tersebut banyak mengandung air, ini akan sangat cocok untuk aktifitas pada proses pengairan atau pertanian karena akan mempermudah. maka dari itu perkebunan ataupun pertanian pada berbagai komoditi di atas gunung banyak dilakukan karena alasan tersebut.

Jika Anda berencana ingin membeli tanah untuk pertanian atau perkebunan, disarankan agar anda bisa meneliti struktur tanah tersebut. Ciri dari tanah tersebut adalah tanah yang memiliki kandungan organisme cukup melimpah sini akan sangat bermanfaat, mahluk tersebut yaitu seperti cacing tanah. Mengapa itu penting? Karena ini dapat membuat penggemburan tanah oleh organisme secara alami, yang bisa menghasilkan zat hara dan juga protein yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi tanaman yang akan ditanam. Apa yang harus dilakukan Ketika kita sedang meneliti perubahan iklim pada sebuah wilayah?, yaitu penelitian struktur tanah. Ini perlu dilakukan karena dapat membantu mencegah bencana alam yang dapat mengganggu masyarakat sekitar dan makhluk hidup lain.

Apa Saja Yang Dapat Mempengaruhi Struktur Tanah?

Salah satu dari banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi struktur tanah adalah yang sebagi berikut berikut:

Organisme Tanah

organisme tanah

Jumlah organisme yang hidup sangat berpengaruh pada kondisi struktur tanah karena itu yang dibutuhkan. Sebagian besar mikroorganisme memiliki kemampuan untuk menghasilkan asam dan mengubah komposisi tanah, yang berdampak pada proses pembentukan tanah. Dari hewan mikroba dapat  menguraikan bahan organik dan mengembalikan produk dekomposisi, seperti kotoran hewan dan serangga, sehingga menghasilkan bahan organik tambahan yang berguna untuk kesuburan tanah. Namun, aktivitas hewan yang tinggal di bawah tanah, seperti cacing atau tikus, dapat menyebabkan struktur tanah berubah, yang dapat mengubah bentuk fisik tanah.

Iklim

Selain itu, struktur tanah juga dapat dipengaruhi oleh iklim atau cuaca. Bagian-bagian ini memengaruhi aktivitas makhluk hidup di sekitarnya dan proses pembentukan tanah baru. Pada daerah yang sering diguyur hujan, struktur tanah cenderung lembek dan berlumpur karena banyaknya air di sana. Tanah juga dapat dengan mudah digenangi air karena hujan dengan intensitas tinggi, yang memungkinkan menjadi tempat hidup bagi berbagai makhluk.

Meskipun demikian, Iklim pada tanah di pegunungan cocok untuk digunakan sebagai tempat bercocok tanam karena sejuk dan materialnya yang kaya akan protein. Dengan begitu, kita dapat dengan mudah melihat pepohonan yang menjulang tinggi di wilayah ini. Lain lagi dengan daerah yang kandungan protein dan air yang sangat rendah, pastinya tidak mendukung aktivitas makhluk hidup, tanah di lingkungan dengan iklim seperti ini akan lebih gersang dan penuh retakan.

Struktur Bahan Material Tanah

Semua tanah memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh material pembentuknya, termasuk warna, tekstur, kandungan material, dan strukturnya. Misalnya, tanah yang berasal dari bebatuan berwarna merah akan memiliki warna yang sama yaitu merah, sementara tanah yang penuh dengan pasir dan bebatuan akan berwarna lebih terang.

Wilayah

Selain itu, topografi area tanah juga dapat memengaruhi struktur tanah. Bentuk permukaan tanah, mulai dari kemiringan dan posisinya, dapat memengaruhi pembentukan tanah. Tanah di daerah pegunungan atau dataran tinggi memiliki sistem irigasi yang sangat baik. Hal ini dapat terjadi karena kondisi tanah yang miring atau curam dapat mempercepat perairan.

Apa saja Jenis – Jenis Struktur Tanah

Struktur tanah juga memiliki berbagai macam jenis berdasarkan faktor dan jenis proses pembentukannya. Berikut penjelasan dari masing-masing:

Tanah lempeng

tanah lempeng

Ciri dari struktur tanah ini yaitu berlapis seperti piringan atau lempengan tiap lempengan saling menumpuk secara horizontal. Umumnya terdapat pada lapisan tanah bagian atas (topsoil) yang padat karena tekanan mekanis. Bisa juga ditemukan di tanah liat berat dengan kadar air tinggi

Tanah Granular

tanah granular

Jenis tanah ini tersusun dari butiran-butiran kasar yang tidak saling melekat kuat, seperti pasir dan kerikil. Struktur ini berbeda dari tanah lempung yang cenderung padat dan lengket. cirinya Memiliki pori besar (makropori) udara dan air mudah bergerak. Drainase sangat baik, cepat kering setelah hujan.

Tanah Tiang

Tanah tiang (atau disebut juga tanah columnar structure) adalah jenis struktur tanah di mana partikel tanah membentuk tiang-tiang vertikal seperti kolom. Struktur ini biasanya terbentuk di tanah yang banyak mengandung natrium (Na), misalnya tanah sodic atau alkali.

Tanah Remah

Tanah remah (granular atau crumb structure) adalah jenis struktur tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman, karena memiliki keseimbangan sempurna antara udara, air, dan ruang akar.

Tanah Gumpal

Struktur tanah ini terdiri dari gumpalan tanah yang membentuk bulat, dan menggumpal seperti struktur gumpalan membulat lainnya. Sudut luar tanahnya terlihat, lebih tajam.

Tanah Prismatik

Tanah prismatik (prismatic structure) adalah jenis tanah yang memiliki struktur berbentuk prisma atau tiang panjang vertikal, mirip seperti kolom tetapi dengan puncak yang datar (tidak membulat). Struktur ini biasanya terdapat pada tanah dengan kandungan liat tinggi dan drainase buruk.

Seperti Apa Tekstur Tanah?

Saat melakukan survei, tim pekerja harus mempertimbangkan struktur dan tekstur tanah. Tekstur tanah bervariasi tergantung pada bahan pembentuknya. Tekstur tanah diklasifikasikan menjadi:

Tanah Halus

Kandungan liat sebesar 37,5 persen dalam tanah dengan tekstur halus ini. membuatnya memiliki pori-pori yang kecil dan tampilan yang berat serta padat. Namun, jika pasir ditambahkan secara signifikan pada tanah ini, pori-pori tanah akan berubah menjadi lebih besar.

Tanah Kasar Berpasir

Tanah dengan kandungan pasir tinggi dapat ditemukan di daerah yang jarang diguyur hujan, seperti gurun, dan umumnya memiliki tekstur kasar.

Tanah Sedang

Pada umumnya, tanah bertekstur sedang memiliki kandungan pasir yang sangat tinggi. Tekstur pasir di dalam tanahnya juga berbeda-beda tergantung pada iklim dan juga variabel lainnya. Jika lingkungan semakin kering biasanya akan menghasilkan lebih banyak pasir.

Geosintetik Solusi Permasalahan Pada Tanah

Ketika survei umumnya akan muncul masalah pada tanah, itu bukan berarti tanah tidak dapat dibangun untuk konstruksi. Namun, untuk solusi masalah-masalah tersebut geosintetik sangat dibutuhkan.

Salah satu kemajuan terbaru dalam bidang infrastruktur adalah geosintetik. Sebagai cara untuk menyelesaikan masalah yang muncul selama pembangunan proyek, penggunaan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi beban kerja karyawan selama proyek berlangsung.

Karena sifatnya yang relatif seragam dibandingkan dengan bahan alami. dengan berbagai variasi, geosintetik banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, geosintetik cenderung ringan sehingga mudah diangkut dan dipasang, membuatnya ideal untuk digunakan di daerah pembangunan yang menghadapi medan yang sulit.

Mengenal Jenis Geosintetik dan Fungsinya

Geosintetik terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara ia menyelesaikan masalah tanah. Dalam berbagai jenis pekerjaan konstruksi tanah, jenis-jenis materialnya adalah sebagai berikut :

Geocell

Banyak proyek konstruksi menggunakan geocell sebagai pendukung pondasi karena memiliki fungsi agar tanah yang berada pada tempat pondasi dibangun menjadi lebih kuat dan tidak mudah ambles. Geocell biasanya digunakan untuk membangun infrastruktur di lereng bukit atau pegunungan.

Tipe Smooth dan textured pada geocell, tentu memiliki fungsi yang berbeda dalam proyek konstruksi. Sering digunakan dalam pembuatan jembatan atau jalan tol untuk menopang kendaraan yang lewat, jenis seng halus menyerupai seng polos yang elastis itulah jenis smooth.

Namun, jenis geocell textured digunakan untuk memperkuat pondasi di wilayah dengan struktur tanah yang tidak stabil karena memiliki permukaan dengan lubang udara yang mirip dengan sarang lebah.

Geomembran

Salah satu jenis geosintetik yang paling umum digunakan di Indonesia adalah geomembran. Karena sifatnya yang kedap air, material ini sering digunakan dalam pembangunan tempat pembuangan limbah atau tempat sampah. Ini dilakukan untuk mencegah cairan dan bahan yang berbahaya bagi lingkungan merembes keluar.

Geonet

Geonet berfungsi untuk drainase pranalar, agar mengurangi jumlah air berlebih di area tertentu, geonet, material geosintetik berbentuk serat, dianyam dengan jarak yang lebih renggang.

Geomat

Dalam proyek konstruksi di daerah dengan kemiringan tinggi, geomat adalah jenis geosintetik yang banyak digunakan. Geomats adalah material yang kaku berbentuk seperti karpet yang terbuat dari kawat yang berfungsi untuk memperkuat tanah agar tidak longsor, terutama jika ada bangunan di atasnya.

Artikel diatas adalah penjelasan tentang struktur tanah. Pastikan Anda menggunakan Geocell berkualitas tinggi hanya di Petra Nusa Elshada agar masalah struktur tanah dapat teratasi serta memiliki kualitas terbaik.

Geotextile

Dalam banyak proyek infrastruktur, geotekstil adalah bahan geosintetik yang umum digunakan material ini memiliki dua tipe berbeda. Geotekstil Non Woven dan Geotekstil Woven. Struktur ini terbuat dari jaring dan memiliki serat tiga dimensi yang kompleks.

Selain membantu drainase bawah tanah, material ini sangat bermanfaat untuk menstabilkan lereng dan jalan. Karena itu, Geotekstil Non Woven sering digunakan saat membangun jalan baru atau rel kereta api melalui dataran tinggi atau reklamasi pantai. Kemampuan untuk menahan beban berat adalah alasan utamanya untuk hal ini.

Namun, jenis geosintetik yang disebut Geotekstil Woven juga terbuat dari serat kompleks dan ditenun sehingga lebih teratur. Difungsikan untuk membangun jalan yang menembus hutan atau membuka lahan kosong, jenis geosintetik ini sering digunakan untuk membuat jalan agar tanah yang berada di bawah jalan atau trotoar menjadi stabil. Hal ini dilakukan karena struktur tanah di wilayah seperti ini seringkali tidak stabil dan berair.

Artikel ini adalah penjelasan tentang struktur tanah. Pastikan anda menggunakan produk geosintetik berkualitas tinggi hanya di Petra Nusa Elshada agar infrastruktur yang anda bangun memiliki kualitas terbaik.

Petra Nusa Elshada menawarkan berbagai material geosintetik berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Segera hubungi kami Petra Nusa Elshada untuk konsultasi dan pemesanan.

Artikel Lainnya