C-TUBE (GEOTEXTILE TUBE)
C-Tube (Geotextile Tube) merupakan sistem kontainer berbentuk tabung atau silinder yang terbuat dari bahan geotekstil (geotextile) berkekuatan tarik tinggi (high-tenacity). Material ini dirancang khusus dengan pori-pori yang memungkinkan air keluar (permeabel) namun tetap menahan partikel padat (tanah, pasir, atau lumpur) di dalamnya.
C-tube (Geotextile tube) diproduksi dari anyaman polypropylene atau polyester yang tahan terhadap sinar UV, abrasi air laut, dan degradasi kimia, menjadikannya struktur yang sangat tangguh untuk jangka panjang.
APLIKASI C-TUBE (GEOTEXTILE TUBE)
C-tube (geotextile tube) memiliki dua fungsi utama yang sangat berbeda namun menggunakan prinsip dasar yang sama: penahanan material padat.
Aplikasi Kelautan & Perlindungan Pantai (Marine Structures)
Di sektor kelautan, C-tube (geotextile tube) berfungsi sebagai struktur bangunan air yang fleksibel dan kokoh.
- Pemecah Gelombang (Breakwater): C-tube (geotextile tube) yang diisi pasir dipasang di lepas pantai untuk memecah energi ombak sebelum mencapai bibir pantai, mengurangi erosi secara signifikan.
- Revetment & Tanggul Laut: Digunakan sebagai inti (core) dari tanggul pelindung pantai yang kemudian dapat ditutup dengan batu armor atau vegetasi.
- Reklamasi Lahan: Membentuk perimeter pulau buatan atau perluasan lahan dengan cara yang lebih cepat dan hemat biaya dibandingkan metode konvensional.
- Groin (Krib): Struktur tegak lurus pantai untuk menahan pergerakan sedimen sejajar pantai (longshore transport).
Manfaat Menggunakan C-tube Dalam Aplikasi Perlindungan Pantai
Mengapa kontraktor dan konsultan beralih ke C-tube (geotextile tube) dibandingkan metode konvensional seperti tanggul beton?
- Efisiensi Biaya: C-tube (geotextile tube) seringkali lebih murah dibandingkan struktur beton atau batu kali (rip-rap), terutama karena dapat menggunakan material pengisi lokal (pasir setempat).
- Pemasangan Cepat: Waktu instalasi jauh lebih singkat dibandingkan konstruksi sipil keras, menghemat biaya tenaga kerja dan operasional alat berat.
- Ramah Lingkungan:
- Memiliki jejak karbon yang lebih rendah daripada beton.
- Dapat ditanami vegetasi setelah tertimbun, sehingga menyatu dengan ekosistem alami.
- Air hasil filtrasi (efluen) biasanya jernih dan aman untuk dikembalikan ke lingkungan (tergantung jenis limbah).
- Fleksibilitas Desain: Tersedia dalam berbagai ukuran diameter dan panjang, dapat disesuaikan dengan area proyek yang sempit atau bentuk garis pantai yang tidak beraturan.
- Durabilitas: Tahan terhadap korosi air laut dan pelapukan cuaca ekstrem
Aplikasi Dewatering (Pengeringan Lumpur)
Dalam sektor industri dan lingkungan, C-tube (geotextile tube) digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan dalam volume besar.
- Pengolahan Limbah Tambang (Mining Tailings): Mengeringkan lumpur sisa tambang agar airnya bisa digunakan kembali atau dibuang dengan aman.
- Pengerukan (Dredging): Menampung sedimen hasil pengerukan sungai atau pelabuhan yang terkontaminasi.
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Mengurangi volume lumpur biologis atau kimiawi dari pabrik kertas, tekstil, atau kelapa sawit.
Cara Kerja dan Pengaplikasian C-tube
Proses instalasi C-tube (geotextile tube) untuk aplikasi dewatering melibatkan tiga tahapan:
- Pengisian (Confinement): Lumpur dipompa ke dalam kantong C-tube (geotextile tube). Untuk aplikasi dewatering, seringkali ditambahkan bahan kimia polimer (flocculant) untuk membantu memisahkan padatan dan air dengan lebih cepat.
- Pengeringan (Dewatering): Air bersih akan keluar merembes melalui pori-pori kain geotekstil (efluen), sementara partikel padat tertahan di dalam tabung. Volume tabung akan menyusut seiring keluarnya air.
- Konsolidasi (Consolidation): Seiring waktu, material padat di dalam C-tube (geotextile tube) akan terus mengering dan memadat, menyisakan volume residu yang jauh lebih kecil dan stabil.
Benefit Penggunaan C-Tube (Geotextile Tube) Dewatering
- Material C-tube (Geotextile Tube) memiliki ketahanan yang baik terhadap sinar UV, senyawa kimia, dan pengaruh biologis
- Memiliki ketahanan yang baik terhadap abrasi di sepanjang bantaran sungai dan bibir pantai
- Pemasangan mudah
- Diproduksi local sehingga dimensi/ukuran bias disesuaikan dengan kebutuhan
- Desain compact sehingga memudahkan dalam mobilisasi
- Menghemat biaya dan waktu pelaksanaan pengerukan
- Mencegah pendangkalan kolam
- Mengurangi COD, BOD, dan TSS pada limbah terkontaminasi
- Ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas methan (CH4)
- Beberapa jenis limbah seperti limbah Perkebunan memiliki N,P,K tinggi sehingga dapat dijadikan pupuk
Spesifikasi dan Ukuran
C-Tube bukan sekadar karung pasir raksasa; ini adalah sistem rekayasa canggih yang menawarkan solusi high-performance untuk masalah erosi pantai dan pengelolaan limbah lumpur. Dengan menggabungkan kekuatan material geotekstil dan prinsip hidrolika sederhana, C-Tube memberikan alternatif yang ekonomis, cepat, dan berkelanjutan.
Berikut spesifikasi dan ukuran geotextile tube yang dapat anda pertimbangkan dalam proyek konstruksi. Untuk informasi detail, konsultasi desain , dan kondisi khusus, bisa hubungi team Petra Nusa Elshada.
| Merek | : | C-Tube |
| Material | : | Polypropylene dan Polyester |
| Ukuran | : | 8m x 30m; 10m x 20m; Customize |
| Kuat Tarik | : | 50 kN; 70 kN; 90 kN; 120 kN; 180 kN; 200 kN |
| Standard | : | ISO/ASTM |
Kunjungi katalog lengkap kami
untuk deskripsi produk lebih detail!



