Blog

Petra Nusa Elshada
  • 2021-09-22
  • Admin

Geocell Untuk Konstruksi Jalan

Ketika suatu beban bekerja pada ‟subgrade‟, tanah tersebut tidak akan berdeformasi jika kuat geser dari subgrade lebih besar dari beban kerja. Biasanya, sistem perkerasan suatu jalan terdiri dari 1 atau lebih susunan lapis material layer. Fungsi dari lapisan-lapisan ini tentunya untuk mengurangi tekanan yang ditransfer pada subgrade. Material berbutir/granular dapat mentransfer beban pada subgrade karena material aggregate ini menguci satu satu dengan lainnya. Ketika material granular tersebut mampu terdorong oleh gaya lateral , alur/bekas roda akan terbentuk. Alur/bekas roda ini menyebabkan lapisan semakin tipis. Hal ini tentunya akan menyebabkan kegagalan sistem perkerasan.

Karakteristik geocell yang mampu mengekang (confine) material pengisi. Geocell menjadi pilihan paling efektif dalam mencegah pergerakan lateral agreagate ketika terjadi beban siklus. Hoop stressed yang terbentuk disekeliling cell menciptakan lapisan yang lebih kaku dengan meningkatnya modulus elastisitas material pengisi. Hasil riset dari Professor K. Rajagopal of IIT, Madras, India, dalam ‟Studies on Geocell Reinforced Road Pavement structure‟. modulus elastisitas material pengisi meningkat 2.75 kali saat geocell dikonstruksi di atas tanah lunak.

Efek kekangan dari geocell ini membuat beban terdistribusi dengan area yang lebih besar sehingga, daya dukung tanah dasar akan meningkat dan mengurangi penurunan. Material pengisi yang dipadatkan seolah berfungsi seperti pelat semi rigid di atas tanah lunak. Seperti diagram berikut, ‟beam effect‟ yang tercipta dengan adanya geocell mampu mengurangi tekanan pada subgrade.

Kekangan dalam 3 dimensi juga bermanfaat dalam sistem drainase. Air dapat melewati setiap cell , tetapi material pengisi tetap tertahan sehingga fungsi dari sistem perkerasan tetap terjaga.