scroll to top Call Petrane whatsapp Petrane

Non-Woven Geotextile – 5 Kriteria Kunci Cara Memilih Sesuai Kebutuhan Proyek

Non-Woven Geotextile – 5 Kriteria Kunci Cara Memilih Sesuai Kebutuhan Proyek

Kamu mungkin pernah merasa bingung saat melihat berbagai jenis geotextile non-woven di pasaran dengan harga yang berbeda-beda. Sepintas terlihat sama, namun kegagalan memilih spesifikasi yang tepat bisa berakibat fatal—mulai dari sistem drainase yang cepat tersumbat hingga lapisan pemisah yang sobek sebelum masa layanannya berakhir.

Memang, non-woven geotextile adalah material serbaguna untuk filtrasi, separasi, dan proteksi. Namun, kinerja optimalnya sangat bergantung pada kesesuaian sifat mekanik dan hidroliknya dengan kondisi lapangan proyek. Karena itulah, kamu tidak boleh hanya fokus pada harga. Kamu perlu memahami kriteria teknis utama sebelum membuat keputusan.

Kriteria Utama Pemilihan Non-Woven Geotextile yang Tepat

Mengapa fokus pada spesifikasi teknis lebih penting daripada harga saat memilih non-woven geotextile? Jawabannya terletak pada fungsi utama non-woven geotextile, yang ditentukan oleh lima kriteria kunci berikut:

  1. Ukuran Bukaan Pori (AOS – Apparent Opening Size)

Non-woven geotextile sangat diandalkan untuk fungsi filtrasi, yaitu membiarkan air lewat sambil menahan partikel tanah. Untuk memastikan filtrasi bekerja sempurna, kamu harus memeriksa spesifikasi AOS. AOS menunjukkan ukuran pori maksimum pada geotextile.

Jika AOS terlalu besar, butiran tanah halus akan lolos dan menyebabkan pipa subdrain atau agregat drainase tersumbat (clogging). Sebaliknya, jika AOS terlalu kecil, air tidak dapat mengalir dengan cepat, menyebabkan genangan atau peningkatan tekanan air. Oleh karena itu, pemilihan AOS harus disesuaikan dengan distribusi ukuran butiran tanah di lokasi proyek. Untuk tanah yang sangat halus (lempung atau lanau), kamu memerlukan AOS yang lebih kecil.

  1. Permeabilitas atau Laju Aliran Air (Permittivity)

Kriteria ini mengukur seberapa cepat air dapat mengalir melalui geotextile. Permeabilitas tinggi sangat penting untuk sistem drainase, seperti subdrain atau french drain, di mana air harus segera dibuang.

Jika geotextile memiliki permeabilitas yang rendah, air akan tertahan di atas material, memperpanjang waktu pengeringan dan berpotensi menyebabkan kejenuhan air yang berbahaya. Kamu perlu memastikan nilai Permittivity material geotextile yang dipilih berada dalam batas yang direkomendasikan untuk proyek drainase. Angka ini sering dinyatakan dalam liter per menit per meter persegi (L/min/m²) atau satuan Permittivity (detik⁻¹).

  1. Ketahanan Tusukan (Puncture Resistance)

Meskipun non-woven geotextile lebih fleksibel dan permeabel, material ini juga sering digunakan sebagai lapisan pelindung (cushion) untuk geomembran, atau sebagai pemisah di area yang rawan batu tajam. Dalam fungsi ini, kemampuan material untuk menahan robekan atau tusukan sangat krusial.

Tanpa ketahanan tusukan yang memadai, proses penimbunan material kasar seperti kerikil atau bahkan pergerakan alat berat selama instalasi dapat merobek geotextile. Robekan akan menciptakan celah yang memungkinkan tanah halus bercampur dengan agregat, menyebabkan kegagalan fungsi. Perhatikan nilai CBR Puncture Strength untuk memastikan material tahan terhadap kerusakan saat instalasi dan operasional.

  1. Kuat Tarik (Tensile Strength) dan Kuat Sobek (Tear Strength)

Kuat tarik adalah kemampuan material menahan beban tanpa putus, sementara kuat sobek adalah kemampuan material menahan penyebaran robekan yang sudah ada. Meskipun non-woven umumnya lebih lemah tarik daripada woven, kekuatan ini tetap vital untuk menjaga integritas material saat ditarik dan dihamparkan di lapangan.

Pada fungsi separasi di atas tanah lunak, geotextile non-woven harus memiliki kuat tarik yang cukup agar tidak terdeformasi secara berlebihan saat timbunan diletakkan di atasnya. Kamu juga perlu memastikan nilai kuat sobeknya tinggi untuk membatasi kerusakan jika terjadi sedikit robekan kecil akibat benturan benda tajam selama konstruksi.

  1. Berat Jenis (Mass per Unit Area)

Berat jenis, sering disebut gramasi (misalnya 150 gsm atau 250 gsm), adalah indikator praktis yang sering digunakan di lapangan. Secara umum, semakin tinggi berat jenis, semakin tebal dan kuat material tersebut.

Memilih berat jenis yang tepat seringkali menjadi kompromi antara biaya dan kinerja. Untuk proyek drainase ringan atau separasi di tanah relatif stabil, gramasi yang rendah mungkin cukup. Namun, untuk aplikasi proteksi geomembran atau separasi di tanah yang sangat lunak dan membutuhkan ketahanan tusukan tinggi, kamu harus memilih geotextile dengan berat jenis yang lebih besar. Selalu verifikasi bahwa gramasi yang kamu pilih juga didukung oleh nilai-nilai AOS, Permeabilitas, dan Kuat Tarik yang sesuai.

Rekomendasi Gramasi dan Aplikasi Non-Woven Geotextile

Gramasi (Berat Jenis) Fungsi Utama Kekuatan Tarik (kN/m) (Perkiraan) Contoh Aplikasi Proyek
150 gsm – 200 gsm Filtrasi & Separasi Ringan 4 – 8 kN/m Pembungkus Pipa Subdrain, Filter French Drain, Separasi di Bawah Paving Blok, Curing Beton.
200 gsm – 300 gsm Separasi & Proteksi Standar 8 – 15 kN/m Separasi antara Subgrade dan Agregat pada Jalan Lokal/Perumahan, Filter Saluran Drainase Terbuka, Proyek Lanskap.
300 gsm – 450 gsm Proteksi & Separasi Menengah 15 – 25 kN/m Lapisan Pelindung (Cushion) Geomembran di TPA (Area Beban Sedang), Stabilisasi Dasar Area Parkir, Separasi Dasar Rel Kereta Ringan.
450 gsm – 600 gsm Proteksi Kuat (Heavy Cushion) 25 – 35 kN/m Lapisan Pelindung Geomembran pada Kolam Retensi atau Bendungan (Area Beban Tinggi/Batu Kasar), Separasi Tanah Liat Lunak dengan Timbunan Agregat Berat.
> 600 gsm Proteksi Ekstra Kuat & Isolasi > 35 kN/m Proteksi Geomembran di Lokasi Ekstrem (Batu Besar/Kasar), Aplikasi Geoteknik Berat yang Membutuhkan Ketebalan Maksimal.

 

Tips Memastikan Kualitas Geotextile Non-Woven

Agar keputusan pemilihanmu terjamin mutunya, kamu perlu melakukan langkah-langkah tambahan. Pastikan kamu selalu meminta data teknis penuh (Data Sheet) dari pemasok. Jangan hanya mengandalkan label gramasi. Periksa apakah semua nilai (AOS, Permittivity, Puncture Resistance) telah diuji dengan standar internasional yang diakui (seperti ASTM atau ISO).

Selain itu, pertimbangkan faktor lingkungan seperti paparan sinar UV. Geotextile yang dibiarkan terbuka terlalu lama di bawah sinar matahari dapat mengalami degradasi kekuatan. Jika proyekmu memerlukan penyimpanan atau paparan sementara, pastikan material memiliki kandungan UV Inhibitor yang memadai.

Bingung membandingkan semua spesifikasi teknis ini? Produk dari Petra Nusa Elshada menawarkan rangkaian non-woven geotextile dengan data teknis yang transparan dan bersertifikat. Material kami dirancang dengan fokus pada keseimbangan optimal antara AOS yang presisi untuk filtrasi sempurna dan Ketahanan Tusukan yang tinggi untuk durabilitas instalasi.

Material geotextile Petra Nusa Elshada diproduksi dengan kontrol kualitas ketat, memastikan setiap gramasinya memberikan kinerja Permeabilitas dan Kuat Tarik yang konsisten. Konsultasikan kebutuhan proyekmu—apakah itu subdrain, filter riprap, atau proteksi geomembran—langsung dengan tim ahli kami!

Jika kamu ingin mendapatkan rekomendasi produk yang paling sesuai, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan Petra Nusa Elshada melalui halaman berikut untuk menentukan non-woven geotextile terbaik berdasarkan kriteria teknis bagi kebutuhan proyekmu!

Artikel Lainnya