• 2022-11-02
  • Petra Nusa Elshada

Perbandingan Material Pengisi pada Geocell

Dalam penggunaan geosintetik khususnya geocell, yang perlu menjadi fokus utama adalah material pengisi tiap cell yang ada. Perlunya diketahui bahwa material pengisi tersebut harus memiliki distribusi yang merata agar hasil yang didapatkan efektif dan tidak terjadinya hasil yang fluktuatif. Selain distribusi material yang merata, yang perlu dijadikan fokus adalah jenis material pengisi yang dapat digunakan pada geocell. Material pengisi pada geocell dapat berupa agregat, pasir, tanah, maupun semen (khusus geocell non-perforasi). Skema test dapat terlihat pada gambar 3.1 dimana terdapat penambahan geogrid dan tanah pondasi menggunakan lempung.

alat tes material geocell
Gambar 3.1 Skema alat test material geocell
ukuran partikel material geocell
Gambar 3.2 Ukuran butir material pengisi geocell

Pengujian pada geocell menggunakan 3 jenis material pengisi, yaitu: agregat, pasir, dan tanah merah. Daya dukung beban yang diperkuat geocell (dibandingkan dengan yang tidak diperkuat) meningkat 13 kali lipat untuk pengisi agregat, 11 kali untuk pengisi pasir, dan 10 kali untuk pengisi tanah merah (gambar 3.2).

Gambar 3.3 Perbandingan daya dukung dari setiap jenis material pengisi geocell

Untuk pengurangan settlement dapat meggunakan rumus Percentage Reduction of Settlement (PRS), dimana So merupakan hasil pengujian tanpa geosintetik dan Sr merupakan hasil pengujian dengan geosintetik tiap jenis material. Hasil pengujian menunjukkan pengurangan settlement dalam urutan 78%, 73%, dan 70% untuk kasus agregat, bahan pengisi pasir, dan tanah merah masing-masing (gambar 3.3). Dari tiga bahan pengisi yang diuji, agregat ditemukan menjadi bahan pengisi yang paling efektif.

Gambar 3.4 Perbandingan settlement dari setiap jenis material pengisi geocell

Hubungi kami