• 2021-10-01
  • Petra Nusa Elshada

PART 1: Bagaimana Cara Menentukan Ketebalan Geomembrane

Sejak polimer pertama kali dikembangkan sebagai material, dalam konstruksi dan juga insinyur telah menciptakan variasi produk untuk mempermudah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Polyethylene pertama kali ditemukan tahun 1933 oleh Fwaccet dan Gibson dengan menggunakan teknik bertekanan tinggi. Proses bertekanan tinggi bekerja pada suhu di atas 250 derajat celcius dan tekanan antara 1000-3000 atm. Beberapa jenis PE yang banyak digunakan adalah High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE) dan Linear Low Density Polyethylene (LLDPE).

Perbedaan yang signifikan antara HDPE dengan LLDPE yaitu terletak pada ketebalannya. HDPE merupakan jenis yang paling kuat ,paling tahan dan paling tidak fleksibel dibandingkan dengan jenis polyethylene lainnya. Selain itu HDPE juga memiliki daya tahan kuat yang baik terhadap perubahan suhu. Sedangkan LLDPE memiliki tensile strength (kuat tarik) yang cukup baik dibandingkan LDPE dengan densitas yang sama, diantara jenis polyethylene lainnya LLDPE merupakan jenis yang paling fleksibel. LLDPE umumnya digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang tinggi terhadap tusukan atau robekan.

Liner HDPE Geomembrane 40 mil (1 mm)

Ukuran liner HDPE Geomembrane yang paling umum adalah 40 mil (1 mm) dan juga memiliki kekuatan, permeabilitas tinggi, dan biaya yang lebih murah. HDPE liner geomembrane dengan ketebalan ini biasanya digunakan untuk aplikasi seperti air baku, tampungan air hujan, serta tampungan limbah agricultural dan kolam pertambakan.

Walaupun liner HDPE geomembrane ini memiliki kekuatan dan ketahanan tusukan dengan nilai yang lebih kecil dari ketebalan lainnya, tetapi liner dengan ketebalan lebih tipis ini memiliki kelebihan antara lain: lebih murah, lebih mudah untuk diangkut, lebih mudah dipasang karena memiliki panjang gulungan yang lebih panjang.

Liner HDPE geomembrane 40 mil ( 1mm ) biasanya digunakan untuk aplikasi kolam pertanian dan aplikasi lain yang relatif nonkritis. Demikian untuk aplikasi ini, liner HDPE geomembrane 40 mil ( 1mm) berfungsi sebagai lapis kedap air yang mencegah isi kolam merembes ke lingkungan sekitar.


Liner HDPE Geomembrane 60 mil (1.5 mm)

Ukuran liner HDPE umum lainnya adalah 60 mil (1.5 mm) . Ketebalan 1,5 mm memiliki kekuatan fisik lebih tinggi dan permeabilitas (kemampuan material untuk meloloskan fluida) yang lebih rendah daripada varian 40 mil (1 mm) , nilai ketebalan yang lebih tinggi dan memiliki ketahanan lapuk (w eather resistance) yang lebih baik, sehingga lebih cocok untuk aplikasi yang ter-ekspos matahari secara terus menerus.

Beberapa proyek harus memenuhi aturan oleh badan pengawas seperti Environmental Protection Agency (EPA) agar mematuhi ketebalan minimum untuk liner HDPE yang akan digunakan sesuai dengan yang disyaratkan. Contohnya, dalam pengaplikasian liner HDPE pada TPA limbah non-hazardous, EPA mensyaratkan ketebalan nominal minimum 60 mil (1.5mm). Persyaratan ini ditetapkan untuk membantu mengurangi potensi robek atau menusuk.

Selain itu, perencana juga akan menentukan liner HDPE 60 mil (1.5mm) atau lebih tebal dalam pengaplikasian yang membutuhkan kekuatan liner yang lebih besar atau permeabilitas (kemampuan material untuk meloloskan fluida) yang lebih rendah.Tingkat resiko juga harus diperhatikan dalam pemilihan geomembrane. Seperti kolam penampungan limbah B3, ataupun mengandung logam berat biasanya menggunakan ketebalan 80 mil (2 mm) .