• 2022-10-31
  • Petra Nusa Elshada

Geocell untuk Pembangunan Tanggul pada Tanah Lunak

Pembuatan tanggul merupakan sebuah konstruksi yang memerlukan pondasi tanah yang keras. Namun pada studi kasus tertentu pembangunan tanggul tetap diperlukan meski berada pada tanah lunak. Untuk mengatasi hal tersebut dan meminimalisir pergerakan dari tanah, maka dapat digunakan produk geosintetik. Salah satu yang dapat digunakan merupakan Geocell. Geocell dapat diisi dengan tanah, agregat, dsb.

geocell untuk tanggul

Dengan penggunaan geocell, pembuatan pondasi untuk tanggul akan lebih cepat selesai dibandingkan menggunakan beton (gambar 2.1). Geocell HDPE pada umumnya memiliki ketahanan yang baik jika digunakan pada area tailing pertambangan. Untuk penambahan penguncian pada agregat dapat digunakan geogrid dan untuk perkuatan konstruksi tanggul dapat menggunakan geotextile woven.

Terdapat 5 macam efek yang terjadi untuk konstruksi tanah menggunakan geosintetik (geogrid, geotextile, geocell, dan geonet):

  1. Efek membrane, dimana terjadi pada geotextile dan geogrid terjadi lengkungan karena beban. dari lengkungan tersebut terbentuk gaya yang melawan pembebanan secara vertikal.
  2. Efek kekangan, dimana terjadi pada geogrid untuk mengekang agregat hanya ketika geogrid tidak melengkung dan elongation < 3%
  3. Efek saling kunci, dimana terjadi pada geogrid untuk mengekang agregat diatas agregat yang terkekang efeknya akan menghilang ketika semakin jauh dengan geogrid ( ≥ 80 cm)
  4. Efek friksi dimana terjadi pada geotextile dan geogrid adanya friksi antara geosintetik dengan tanah untuk mencegah pergesaran tanah.
  5. Efek kekang penuh dimana terjadi pada geogrid, geocell, dan geonet dengan adanya tahanan lateral.
konstruksi tanggul dengan geocell
Gambar 2.1 Konstruksi tanggul menggunakan geocell

Hubungi kami