• 2022-07-07
  • Petra Nusa Elshada

Perkuatan Tanah Dengan Geosintetik

Geosintetik singkatan dari kata geo, yang berarti bumi atau diartikan sebagai tanah pada umumnya, dan kata synthetic yang berarti bahan buatan, dalam hal ini adalah bahan polimer. Bahan dasar geosintetik merupakan hasil polimerisasi dari industri-industri kimia/minyak bumi, dengan sifat-sifat yang tahan terhadap senyawa-senyawa kimia, pelapukan, keausan, sinar ultra violet dan mikro organisme. Polimer utama yang digunakan untuk pembuatan geosintetik adalah Polyester, Polyamide, Polypropylene dan Polyethylene.

secara umum didefinisikan sebagai bahan polimer yang diaplikasikan di tanah. Berdasarkan penggunaannya, geosintetik dapat berupa geomembrane, geotextile, geocell, geogrid, geocomposite dan jenis geosintetik lainnya .

Geotextile sebagai daya dukung tanah

Geotextile bisa dipakai sebagai perkuatan tanah buat mempertinggi daya dukung tanah dasar pada bawah timbunan. Untuk perencanaan stabilitas dari timbunan pada atas tanah lunak yang diperkuat dengan geotextile, terdapat dua syarat yg harus dicermati, yaitu Internal Stability dan External Stability. Internal Stability merupakan perhitungan kestabilan timbunan/ embankment supaya tidak terjadi kelongsoran pada bagian tubuh timbunan itu sendiri. Sedangkan External Stability adalah kestabilan timbunan jika dicermati terhadap keruntuhan guling, bidang geser, dan kelongsoran daya dukung. Untuk melakukan perhitungan perencanaan geotekstil diperlukan data-data yang diperoleh.

geotextile woven