Kembali ke Atas Telepon Petrane WhatsApp Petrane

GEOGRID

Geogrid adalah material geosetik polimer yang berbentuk jaring (grid) terbuka, terdiri dari elemen-elemen tarik (ribs) yang saling terhubung dengan bukaan (aperture) berukuran cukup besar untuk memungkinkan agregat tanah atau batuan saling mengunci melalui celahnya.

Berbeda dengan geotextile yang umumnya berfungsi sebagai pemisah (separator), penyaring (filter), atau drainase, fungsi utama geogrid adalah perkuatan (reinforcement). Material ini dirancang khusus untuk menahan beban tarik tinggi, mendistribusikan beban secara merata, dan mencegah deformasi lateral pada struktur tanah timbunan.

virogrid
GEOGRID

Cara Kerja

CARA KERJA GEOGRID

Kunci keunggulan geogrid terletak pada cara material ini berinteraksi dengan material urugan (seperti agregat batu pecah atau tanah berbutir). Mekanisme utama geogrid dinamakan interlocking (penguncian mekanis):

  • Ketika agregat atau batu pecah ditekan dari atas (misalnya oleh beban kendaraan yang melintas), butiran-butiran agregat tersebut akan mencoba bergeser atau menyebar ke samping.
  • Bukaan (aperture) pada geogrid dirancang sedemikian rupa agar partikel agregat dapat masuk dan tertahan (locked) di dalam lubang tersebut.
  • Struktur rusuk (ribs) geogrid menahan butiran agregat agar tidak bergeser secara lateral. Akibat penguncian ini, lapisan tanah atau agregat terkekang dengan kuat, membentuk satu kesatuan komposit yang kaku dan stabil, serta mampu menyebarkan beban vertikal ke area yang lebih luas.

Geogrid - Cara Kerja

Aplikasi

APLIKASI GEOGRID

Berkat efektivitasnya dalam menstabilkan tanah, geogrid banyak diaplikasikan dalam berbagai proyek infrastruktur berat, antara lain:

  • Perkuatan Jalan (Pavement Reinforcement): Dipasang di bawah lapisan pondasi jalan (base/sub-base) untuk mengurangi deformasi dan mendistribusikan beban menjadi lebih luas.
  • Stabilisasi Lereng dan Dinding Penahan Tanah (MSE Wall): Digunakan sebagai elemen perkuatan di antara lapisan tanah timbunan berbutir, untuk membangun dinding penahan tanah yang tinggi dan stabil.
  • Timbunan di Atas Tanah Lunak (Embankment on Soft Soil): Berfungsi mencegah keruntuhan dan deformasi lateral saat membangun jalan di atas tanah dasar yang memiliki daya dukung sangat rendah.

Video

VIDEO GEOGRID

Jenis

JENIS GEOGRID

Geogrid diklasifikasikan berdasarkan arah kekuatan tarik (tensile strength) dan bentuk strukturnya, terbagi menjadi tiga jenis utama:

  • Geogrid Uniaksial: Memiliki kekuatan tarik yang tinggi pada satu arah utama (arah longitudinal atau mesin). Geogrid jenis ini dirancang khusus untuk menahan beban tarik jangka panjang pada satu arah, sehingga sangat ideal digunakan untuk struktur dinding penahan tanah (MSE wall) dan stabilisasi lereng curam.
  • Geogrid Biaksial: Memiliki kekuatan tarik yang sama atau seimbang pada dua arah yang saling tegak lurus (arah longitudinal dan transversal). Geogrid biaksial dirancang untuk mendistribusikan beban ke segala arah, sehingga sangat efektif digunakan untuk perkuatan fondasi jalan raya, area parkir, dan landasan pacu di atas tanah lunak.
  • Geogrid Triaksial: Merupakan inovasi lanjutan dengan struktur bukaan berbentuk segitiga (triangular). Desain geometri segitiga ini memberikan kekakuan dan efisiensi distribusi beban yang jauh lebih merata ke segala arah (360 derajat) dibandingkan pola persegi konvensional, menghasilkan kinerja perkuatan yang sangat optimal pada lapisan perkerasan jalan.

Geogrid - Jenis Geogrid - Jenis Geogrid - Jenis

Geogrid diklasifikasikan berdasarkan material pembuatnya, terbagi menjadi dua jenis utama:

  • Geogrid Polyester (PET): Geogrid PET terbuat dari serat polyester yang memiliki kekuatan tinggi dan ketahanan terhadap deformasi. Polyester memiliki sifat tahan terhadap sinar UV, bahan kimia, dan kelembapan, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi lingkungan. Geogrid PET memiliki modulus elastisitas yang tinggi, yang berarti dapat menahan beban berat tanpa mengalami deformasi yang signifikan.
    Geogrid - Jenis
  • Geogrid Polypropylene (PP): Geogrid PP terbuat dari serat polypropylene, yang merupakan bahan termoplastik. Polypropylene memiliki sifat yang lebih ringan dibandingkan polyester, tetapi juga memiliki ketahanan yang baik terhadap bahan kimia dan kelembapan. Geogrid PP memiliki kekuatan tarik yang baik, meskipun tidak sekuat geogrid PET, dan lebih fleksibel dalam beberapa aplikasi.
    Geogrid - Jenis

Spesifikasi

SPESIFIKASI GEOGRID

Merek Virogrid
Material Polyester (PET) dan Polypropylene (PP)
Kuat Tarik 20 kN; 30 kN; 40 kN; 50 kN; 100 kN
Tipe Uniaxial; Biaxial
Lebar 3,95 m; Customize
Panjang 50 m; Customize
Standard ASTM / ISO

FAQ

FAQ GEOGRID

Bagaimana cara penyambungan geogrid?

Penyambungan Geogrid cukup dengan dilakukan overlapping dan disambung menggunakan cable ties, sewn seam atau washer dan pin. Jarak overlapping yang direkomendasikan adalah minimal 30 cm. Jarak ini bisa lebih besar tergantung kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kapan harus menggunakan Geogrid Uniaksial dan Geogrid Biaksial?

Gunakan Uniaksial jika gaya tarik bekerja dominan secara searah/horizontal, seperti pada struktur vertikal atau lereng (gaya tarik penahan longsor). Gunakan Biaksial jika struktur menerima beban dari berbagai arah atau untuk stabilisasi bidang horizontal (seperti fondasi jalan, landasan alat berat, atau area parkir).

Apakah geogrid berbentuk lembaran, panel atau gulungan?

Geogrid umumnya berbentuk gulungan/roll dengan ukuran 3,95 m x 50 m.

Bagaimana cara menentukan berapa besar nilai kuat tarik minimum geogrid yang harus dipakai untuk suatu proyek?

Menentukan kuat tarik geogrid yang dibutuhkan harus dihitung melalui desain perencanaan teknik (engineering design). Perhitungan ini mempertimbangkan beberapa variabel utama seperti: besar beban yang bekerja dan kondisi daya dukung tanah dasar (CBR subgrade).

Kunjungi katalog lengkap kami
untuk deskripsi produk lebih detail!

Lihat Katalog
Konsultasikan Kebutuhan Material Geosintetik Anda Sekarang!

Konsultasikan Kebutuhan Material Geosintetik Anda Sekarang!