scroll to top Call Petrane whatsapp Petrane

CONCRETE MATTRESS

Erosi pada tebing sungai, saluran drainase, dan garis pantai bisa menggerus tanah sedikit demi sedikit hingga mengancam jalan, tanggul, dan bangunan di sekitarnya. Concrete mattress hadir sebagai lapisan pelindung yang kuat menahan arus deras, tetapi tetap mengikuti bentuk permukaan tanah.

Berbeda dari pasangan batu atau beton cor konvensional, concrete mattress dipasang tanpa bekisting kayu dan dapat dikerjakan langsung di lereng maupun di bawah permukaan air.

Apa Itu Concrete Mattress?

Concrete mattress, atau matras beton, adalah sistem pelindung erosi berupa kain cetakan dua lapis yang diisi beton. Kain cetakannya ditenun dari serat polyester (PET) dan polypropylene (PP) berkekuatan tinggi.

Setelah dihamparkan di lokasi, kain dipompa dengan beton hingga membentuk lapisan menyerupai matras dengan ketebalan seragam. Hasilnya adalah lining beton yang menyatu, rapat menempel pada tanah dasar, dan tahan terhadap gerusan air.

CONCRETE MATTRESS

CARA KERJA

concrete mattress

Pola anyaman kain menentukan bentuk akhir matras. Bagian yang terisi beton menjadi elemen pelindung, sedangkan titik anyaman yang tidak terisi berfungsi sebagai ruang terbuka.

Pada tipe yang dapat ditanami, ruang terbuka ini dipotong setelah beton mengeras, lalu diisi tanah humus dan ditanami atau ditabur benih. Dalam satu musim tanam, vegetasi umumnya sudah menutupi permukaan lining. Sistem ini memberi fungsi hidrolis, ekologis, dan estetika sekaligus.

JENIS-JENIS CONCRETE MATRESS

Tipe Ciri utama Cocok untuk
Filter Point Memiliki titik-titik filter yang melepaskan tekanan air dari tanah di bawah matras Saluran, kanal, dan tebing dengan muka air tanah tinggi
Plantable Memiliki area terbuka yang bisa diisi tanah dan ditanami rumput Lereng atas saluran, tepi danau, dan area yang menuntut tampilan alami
Flex Tersusun dari blok-blok beton yang saling terhubung sehingga lentur mengikuti penurunan tanah Tebing sungai, pantai, dan lokasi rawan gerusan dasar

SPESIFIKASI TEKNIS

Material  : Polyester (PET) dan polypropylene (PP)
Ketebalan matras : 10 cm – 50 cm
Lebar per unit : 1 m – 5 m
Tipe produk : Filter Point, Plantable, Flex
Kustomisasi : Ukuran dan pola dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek
Kuat tarik minimum (Tult) : >50 kN/m
Elongasi nominal : < 20%

 

APLIKASI

concrete mattress

Concrete mattress dipakai untuk melindungi permukaan tanah dari aliran deras yang datang secara berkala. Penggunaannya meliputi:

  • Sungai dan saluran: tebing sungai, kanal, saluran drainase, dan lereng atas saluran
  • Tampungan air: danau, waduk, kolam, laguna air tawar, dan kolam retensi
  • Pesisir: garis pantai, tembok laut (seawall), dan perlindungan gerusan (scour protection)
  • Bangunan air: bendungan, tanggul, pelimpah, dan bangunan pengendali air
  • Timbunan dan lereng: timbunan jalan yang menerima limpasan air hujan deras
  • Lingkungan: perlintasan satwa dan pelapisan kedap pada alur air

KEUNGGULAN CONCRETE MATTRESS

  • Lining dan pengendali erosi dalam satu sistem. Satu lapisan berfungsi sebagai pelapis saluran sekaligus pelindung dari gerusan.
  • Disesuaikan dengan proyek. Ketebalan 10–50 cm dan lebar unit 1–5 m dapat dipilih mengikuti debit, kemiringan, dan kondisi tanah.
  • Ramah lingkungan. Tipe plantable memungkinkan rumput tumbuh di sela beton sehingga tebing terlihat alami.
  • Teruji pada bagian pelimpah. Kinerjanya terbukti pada area yang dilewati limpasan air.
  • Pemasangan praktis. Kain berfungsi sebagai bekisting, sehingga tidak perlu cetakan kayu dan bisa dikerjakan di bawah air.
  • Mengikuti kontur tanah. Kain yang lentur menyesuaikan permukaan yang tidak rata sebelum beton mengeras.

PEMASANGAN

concrete mattress

  1. Persiapan lahan. Rapikan dan padatkan lereng sesuai kemiringan rencana, lalu bersihkan dari batu tajam dan akar.
  2. Penghamparan kain. Bentangkan kain cetakan di atas lereng dan kunci bagian atasnya pada parit angkur.
  3. Penyambungan. Sambung antarpanel dengan jahitan
  4. Pengisian beton. Pompa beton encer melalui lubang pengisi, mulai dari bagian bawah lereng ke atas.
  5. Perawatan. Biarkan beton mengeras dan jaga kelembapannya selama masa perawatan.
  6. Penanaman. Pada tipe plantable, potong kain di area terbuka, isi tanah humus, lalu tanam rumput atau tabur benih.

Pertanyaan yang sering di ajukan (FAQ)

Apa bedanya concrete mattress dengan bronjong?
Bronjong adalah anyaman kawat berisi batu, sedangkan concrete mattress adalah kain cetakan berisi beton. Concrete mattress menghasilkan lapisan yang lebih tipis, rata, dan menyatu, sehingga cocok untuk lining saluran dan lereng panjang.

Berapa ketebalan concrete mattress yang tersedia?
Ketebalan tersedia dari 10 cm hingga 50 cm. Pemilihannya bergantung pada kecepatan arus, tinggi gelombang, dan kemiringan lereng.

Apakah concrete mattress bisa ditanami rumput?
Bisa, dengan tipe plantable. Area terbukanya diisi tanah dan ditanami, dan vegetasi umumnya menutup permukaan dalam satu musim tanam.

Apakah concrete mattress bisa dipasang di bawah air?
Bisa. Kain cetakan menahan beton selama pemompaan sehingga pengisian dapat dilakukan pada area yang terendam.

Terbuat dari apa kain concrete mattress?
Kain cetakannya ditenun dari serat polyester (PET) dan polypropylene (PP) berkekuatan tinggi.

 

Kunjungi katalog lengkap kami
untuk deskripsi produk lebih detail!

Lihat Katalog
contact Petrane

Konsultasikan Kebutuhan Material Geosintetik Anda Sekarang!