GEOTEXTILE WOVEN
Geotextile Woven merupakan lembaran kain sintetik berstruktur anyaman yang terbuat dari bahan polypropylene (PP) atau polyester (PET). Proses pembuatan material ini mengadopsi teknik tenun industri (interlocking) mirip dengan anyaman karung plastik namun dengan tingkat kerapatan, ketahanan UV, dan kekuatan tarik yang jauh lebih tinggi.
Karena strukturnya yang kaku dan tidak mudah melar (elongasi rendah) , material ini memiliki karakteristik kuat tarik (tensile strength) yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat material ini cocok untuk aplikasi beban berat (heavy duty) seperti perkuatan tanah, stabilisasi lereng, dan separator antar jenis material timbunan yang berbeda.
Fungsi
FUNGSI GEOTEXTILE WOVEN
Geotextile Woven berfungsi antara lain:
- Sebagai perkuatan ( memiliki kekuatan tarik yang tinggi sehingga dapat bekerja sebagai perkuatan timbunan, perkuatan dinding penahan tanah , dan perkuatan lereng tegak)
- Sebagai separator ( mencegah tercampurnya antar jenis lapisan tanah timbunan seperti subgrade dan agregat)
- Sebagai stabilisator ( material ini mampu mendistribusikan beban berat (heavy duty) secara merata untuk mencegah amblas setempat dan munculnya jejak alur roda (rutting)
Aplikasi
APLIKASI GEOTEXTILE WOVEN
Di Indonesia, material ini sangat populer diaplikasikan pada berbagai jenis proyek infrastruktur, di antaranya:
- Pembangunan jalan akses kelapa sawit dan jalan hauling tambang.
- Konstruksi jalan tol dan landasan pacu bandara.
- Pondasi bawah jalur kereta api.
- Perkuatan lereng, tanggul, dan dinding penahan tanah.
- Reklamasi pantai.
Jenis
JENIS GEOTEXTILE WOVEN
Petra Nusa Elshada menyediakan dua jenis geotextile woven berdasarkan material utamanya:
- Geotextile Woven Polypropylene
Bahan ini merupakan geotextile tenun yang paling populer di Indonesia, memiliki ketahanan yang baik terhadap asam dan alkali serta tahan terhadap mikroorganisme. Material ini menjadi pilihan karena lebih ekonomis dengan nilai kekuatan tarik yang cukup andal. - Geotextile Woven Polyester
Material ini merupakan geotextile woven jenis premium yang dirancang khusus untuk beban ekstrim. Material ini tidak mudah mengalami deformasi atau melar saat dihantam beban terus menerus. Karakteristik kekuatan tarik yang jauh lebih tinggi dibanding tipe polypropylene menjadikan geotextile woven polyester sebagai pilihan utama untuk perkuatan lereng tinggi.

Spesifikasi
SPESIFIKASI GEOTEXTILE WOVEN
| Merek | Virotex |
| Material | Polyester dan Polypropylene |
| Gramasi | 150 gsm; 200 gsm; 250 gsm; 300 gsm ; 500 gsm |
| Kuat Tarik | 25 kN; 50 kN; 100 kN; 1000 kN ; customize |
| Ukuran | 4m x 100 m; 4m x 150 m; 5,2 m x 100 m |
| Standard | SNI; ASTM |
Portofolio Project
PORTOFOLIO PROJECT
FAQ
FAQ GEOTEXTILE WOVEN
Apa perbedaan utama antara Geotextile Woven dan Non-Woven?
Perbedaan paling mendasar terletak pada metode pembuatan dan fungsi utamanya. Geotextile Woven dibuat dengan cara ditenun, memiliki kuat tarik yang sangat tinggi, kaku, dan daya resap airnya rendah—ideal untuk menahan beban berat dan menstabilkan tanah jalan. Sementara Geotextile Non-Woven berbentuk seperti kain flanel, memiliki kelenturan tinggi, dan sangat berpori—ideal untuk sistem drainase dan filtrasi air.
Kapan saya harus menggunakan Geotextile Woven Kelas 1, 2, atau 3?
Penentuan kelas ini mengacu pada standar Bina Marga dan AASHTO M288 berdasarkan kondisi lapangan saat pemasangan (survivability):
- Kelas 1 (Kuat): Untuk kondisi tanah dasar ekstrem (seperti rawa/lahan gambut berlumpur) yang akan ditimbun batu pecah tajam menggunakan alat berat besar.
- Kelas 2 (Sedang): Untuk proyek jalan umum atau jalan tol dengan kondisi tanah sedang.
- Kelas 3 (Ringan): Untuk tanah dasar yang sudah relatif stabil, seperti jalan lingkungan perumahan atau area parkir mobil kecil.
Bagaimana cara menyambung Geotextile Woven saat dipasang di lapangan?
Penyambungan di lapangan dapat dilakukan dengan dua metode utama:
- Metode Overlap (Tumpang Tindih): Lembaran kain dihamparkan tumpang tindih dengan lebar sisa minimal 30 cm hingga 1 meter, tergantung pada tingkat kelunakan tanah dasar.
- Metode Penyambungan / Jahit (Sewing): Tepi kain dijahit menggunakan mesin jahit portabel lapangan dengan tipe jahitan 101 atau 401 dengan benang khusus tex 400 (high-strength thread). Metode jahit ini jauh lebih direkomendasikan karena mencegah pergeseran material dan menghemat penggunaan bahan akibat overlap yang terlalu lebar.
Kunjungi katalog lengkap kami
untuk deskripsi produk lebih detail!

