• 2022-02-18
  • Petra Nusa Elshada

Pembuatan kolam bioflok menggunakan Geomembrane HDPE

Bioflok adalah teknik budidaya bagi para peternak contohnya peternak lele, ikan, udang dll, memanfaatkan bakteri probiotik untuk mengolah limbah organik yang dihasilkan dari pencernaan dan sisa pakan. Teknik menggunakan bioflok dinilai sangat efektif dalam meningkatkan produktifitas dan menjaga kondisi air.

kolam bioflok

Kolam bioflok pada umumnya menggunakan rangka besi yang membentuk lingkaran dan dilapisi dengan terpal. Penggunaan terpal dinilai ekonomis dan mudah untuk dibentuk. Tapi, daya tahan terpal dinilai tidak awet, sehingga peternak wajib memeriksanya secara rutin untuk memastikan terpal masih dalam keadaan baik.

Baca Juga

Geomembrane HDPE ukuran dan spesifikasi

Namun penggunaan terpal dalam membuat kolam bioflok agak merepotkan bagi peternak. Kami menawarkan solusi bagi yang ingin memulai usaha budidaya bioflok menggunakan geomembrane.

budidaya ikan dengan bioflok

Berikut kelebihan geomembrane dan kenapa menjadi rekomendasi kami untuk lapis kolam bioflok.

Memiliki ketahanan suhu panas

Geomembrane memiliki ketahanan terhadap suhu panas hingga 90° celcius, sehingga dapat diaplikasikan di permukaan yang terpapar oleh sinar matahari langsung.

Tahan air dan korosi

Sehingga dapat dijadikan lapis bioflok karena dapat terendam di air dalam jangka waktu yang lama tanpa khawatir rusak.

Tidak mudah bocor

Geomembrane tidak mudah tergores apalagi bocor. Hal ini tentu membuat peternak merasa aman dan tak takut jika kolamnya mengalami kebocoran. Dengan demikian, pembudidaya tidak perlu selalu melakukan pemantauan demi memastikan kolamnya tidak mengalami kebocoran.

Memiliki ketebalan bervariasi

Geomembrane memiliki ketebalan yang beragam, mulai dari 0,5 mm hingga 2 mm. Semakin tebal geomembrane, tentu semakin memiliki daya tahan yang tinggi.

 Flexible (mudah dibentuk)

Mudah dibentuk sesuai dengan rangka kolam bioflok. Selain itu, geomembrane dinilai lebih kompleks dalam mengikuti lekuk kolam, sehingga lipatan yang dibuat akan lebih kuat dan tidak mudah lepas.

Tahan Hingga 10 Tahun

HDPE (High Density Poliethylene) yang terkandung pada geomembrane memungkinkannya dapat bertahan hingga 10 tahun pemakaian. Peternak tidak perlu mengganti geomembrane dari kolam lama saat ingin memulai proses budidaya yang baru dan itu dapat dilakukan berulang-ulang hingga 10 tahun. Dengan begitu, keuntungan yang didapat juga akan menjadi lebih besar.