• 2022-01-26
  • Admin

Pengertian Geosintetik Dalam Rekayasa Ilmu Geoteknik

Geosintetik adalah suatu produk buatan pabrik dari bahan polymer yang digunakan untuk struktur yang berhubungan dengan tanah, batuan atau bahan rekayasa geoteknik lainnya. Jenis-jenis geosintetik yang pada umumnya sering di gunakan adalah geotextile, geocell, geogrid, geomembrane, geocomposite, geomat, geosynthetic clay liner, geopipe dan lain-lain. Material yang digunakan untuk geosintetik berasal dari industri plastic, yaitu polymer, karet, fiberglas, dan material lain lainnya. Semua geosintetik umumnya dibuat dari bahan yang kuat, awet, yang bahan dasarnya tahan terhadap reaksi kimia, pengaruh cuaca dan proses penuaan, dan, geosintetik juga mempunyai spesifikasi khusus, seperti ketahanan terhadap tempratur atau sinar ultra violet.

Singkatan-singkatan yang sering dipakai untuk menunjukkan bahan dasar polymer yang digunakan dalam pembuatan geosintetik adalah: PET (polyester), PP (polypropylene), PE (polyethylene), HDPE (high density polyethylene), LDPE (low density polyethylene), PVC (polyvinylchloride). Bahan-bahan dasar geosintetik utamanya terdiri dari elemen- elemen karbon, hydrogen atau bisa juga nitrogen serta chloride, bahan ini dihasilkan dari pengolahan batubara dan minyak.

Jenis-jenis geosintetik yang sering di gunakan yaitu;

Geotextile

Geotextile

Bahan geosintetik yang sering digunakan salah satunya adalah geotextile. Geotextile merupakan material lolos air atau material tekstil buatan pabrik yang dibuat dari bahan-bahan sintetis, seperti: polypropylene, polyester, polyethylene, nylon, polyvinyl chloride. Geotekstil dapat digunakan untuk bantalan atau pelindung bagi material lainnya, seperti pelindung untuk geomembrane. Pelindung menggunakan geotextile sebagai bantalan dapat bervariasi yang bergantung pada tebal, manfaatnya dan kekuatan geoxtile.

Aplikasi geotextile tersebut, meliputi:

  • Perkuatan lereng, untuk menambah stabilitas lereng.
  • Struktur dinding tanah bertulang, geotextile berfungsi sebagai tulangan/anker yang menjaga kestabilan dinding yang terbentuk dari gabungan geotextile dan tanah urug.
  • Struktur perkerasan jalan raya, geotextile digunakan sebagai pemisah antara tanah dasar dan lapis pondasi bawah dari struktur perkerasan.
  • Struktur jalan rel, fungsinya sama seperti pada struktur perkerasan. Dalam hal ini geotextile diletakkan pada pertemuan antara tanah dasar dan ballast.
  • Struktur pengendali erosi, geotextile diletakkan pada bagian belakang bangunan bronjong atau rip-rap.
  • Pelindung terhadap rembesan air, untuk mencegah hilangnya butiran halus tanah oleh aliran rembesan.
  • Pemisah antara material yang berbeda, pada struktur perkerasan untuk  jalan, geotextile diletakkan diantara tanah dasar (sub- grade) dan lapis pondasi agregat batuan.
  • Sebagai filter, geotekstil sering dipasang melingkari agregat batuan atau pipa pengumpul pada saluran drainase bawah tanah.

Geocell

Geocell

Geocell adalah lembaran yang terbuat dari bahan HDPE (High Density Polyethylene) lalu di gabungkan menjadi satu kesatuan yang menyerupai sarang lebah / tawon. Geocell ini biasanya di pakai untuk proteksi lereng atau tebing untuk mencegah erosi. Tidak hanya itu Geocell juga sering di gunakan untuk lapisan bawah jalan yang tanah dasarnya berkarakter lunak, fungsinya untuk mengurangi tekanan vertical agar bisa menyalurkan ke arah yang tentu lebih luas dan menambah daya dukung tanah (lunak).

Geogrid

Geogrid

Geogrid merupakan lembaran yang berlubang-lubang yang relatif besar. Lubang umumnya berbentuk segi empat, ellip, segitiga atau bentuk- bentuk yang lain. Lubang-lubang geogrid memungkinkan rusuk-rusuk grid terkunci dengan tanah atau agregat di sekitarnya. Rusuk-rusuk geogrid lebih kuat dan kaku, bila dibandingkan dengan geotextile. Geogrid yang terbuat dari lembaran-lembaran polymer, biasanya polyethylene, yang dilubangi dalam bentuk segiempat seragam (berjarak dekat, diameter lubang bervariasi dari 1,25 sampai 5 cm) dan dipanjangkan satu arah (uniaxial) atau dua arah sama (biaxial). Geogrid merupakan material yang berfungsi sebagai tulangan atau perkuatan.

Geomembrane

geomembrane

Geomembrane adalah suatu material yang kedap air, dan digunakan terutama untuk pelindung dasar atau tebing, pembatas struktur, penampung cairan atau air. Pada prinsipnya geomembrane berfungsi sebagai pelindung (liner) untuk air minum, pelindung terhadap bocoran pada tempat penampung air, pelindung lapisan tanah terhadap air limbah dari buangan sampah, pelindung pada industry pertanian, pelindung air dalam saluran terhadap bocoran, penghalang air rembesan mengalir dalam tanah-dasar atau di bawah bangunan, untuk penghalang vertikal guna mengendalikan pengaruh merusak dari tanah ekspansif, dan lain-lain. Geomembran berasal dari bahan mentah yang termasuk resin polymernya sendir, beberapa bahan tambah seperti anti oksida, plastiser, karbon hitam dan pelumas, digunakan sebagai pembantu pemrosesan. Material mentah ini kemudian diproses atau di olah, oleh pabrik menjadi lembaran geomembran dengan berbagai macam lebar dan ketebalan.

Geocomposite

geocomposite

Geocomposite adalah material yang merupakan gabungan dari material geotextile dan geogrid, geogrid dan geomembrane, geotextile, geogrid dan geomembrane, atau gabungan-gabungan dari ketiga material ini dengan material yang lain. Tujuan utama dibuat geocomposite adalah untuk menggabungkan beberapa material agar dapat digunakan untuk maksud tertentu sehingga fungsi material ini optimal. Contohnya, jika geotextile dilekatkan pada sutu atau dua dua sisi dari geomembrane, maka bahan ini dapat lebih tanah terhadap tusukan, sobekan, dan kuat tariknya bertambah. Aplikasi dari geocomposite bisa mencakup banyak macam pekerjaan diantanya tulangan, filtrasi, drainase, separator, dan perintang kelembaban (moisture barrier).

Geomat

geomat

Geomat adalah salah satu jenis dari material geosintetik yang berstruktur tiga dimensi dengan proses penyambungan secara termal satu sama lain. Geomat terbuat dari bahan filamen sintetik yang di rangkai membentuk menjadi lapisan. Geomat biasanya di pakai untuk menciptakan vegetasi di lereng bukit, lereng tepi jalan dll, untuk mencegah proses terjadinya erosi permukaan.

Geosynthetic clay liner (GCL)

Geosynthetic Clay Liner

Geosynthetic clay liner (GCL) adalah bahan penghalang atau pelindung hidrolik terhadap aliran cairan (air atau limbah kotoran). Material ini berfungsi sebagai lapisan kedap air yang setara dengan lapisan lempung alami padat yang lebih tebal. Bahan buatan pabrik ini merupakan gabungan antara lapisan tanah lempung alami dan material polymer. Lembaran geosynthetic clay liner terdiri dari lapisan lempung bentonite (atau material kedap air lain) yang disisipkan diantara dua geotextile atau dijepit geomembrane. Geosynthetic clay liner berfungsi untuk mendasari landfill, pelindung saluran, pelindung permukaan kolam, penampung kotoran, dan lain-lain.

Fungsi utama geosintetik

Dalam lingkup pekerjaan bangunan sipil, jenis jenis geosintetik yang di produksi di pabrik dengan bahan bahan utamanya polymer, mempunyai beberap fungsi utama, seperti: Pemisah atau separasi (sparation), filtasi (filtration), drainase, tulangan atau perkuatan (reinforcement), proteksi. Fungsi-fungsi tersebut bisa bersifat tunggal atau gabungan dari beberapa fungsi yang bergantung pada penggunaannya.