Blog

Petra Nusa Elshada
  • 2021-09-22
  • Admin

Rekayasa Proteksi Lereng

Peristiwa erosi tanah sering terjadi akibat meningkatnya aktivitas manusia dan perubahan iklim. Kehilangan partikel tanah secara terus menerus mengakibatkan tanah longsor terutama pada lereng-lereng yang curam. Tidak jarang peristiwa tanah longsor terutama pada negara yang memiliki curah hujan tinggi memakan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, upaya pencegahan terhadap erosi lereng harus dilakukan sedini mungkin.

Metode pencegahan erosi yang paling umum dilakukan dengan menggunakan vegetasi. Vegetasi dapat menyerap air saat hujan dan menghalangi pengaruh angin untuk meniup topsoil. Namun, menggunakan vegetasi membutuhkan waktu agar vegetasi ini bertumbuh dan bekerja penuh sebagai proteksi lereng. Masa penanaman hingga pertumbuhan vegetasi merupakan masa-masa kritis dimana laju erosi sangat tinggi terutama pada musim hujan.

Beberapa rekayasa geoteknik dilakukan untuk mencegah erosi, dengan menggunakan selimut pengendali erosi. Material yang paling umum antara lain dengan menggunakan anyaman sabut kelapa, geomat, dan geocell.

  • nyaman Sabut Kelapa

Selimut pengendali erosi dengan menggunakan anyaman sabut kelapa merupakan material natural dengan permukaan kasar yang terbukti cukup baik dalam mencegah erosi. Namun, karena material ini bersifat natural , memiliki masa layan yang pendek dibandingkan material polymer

  • Geomat

Geomat berbentuk seperti jaring sintetik yang membantu dalam proteksi tanah pada lapisan atas, dan membantu pertumbuhan vegetasi dengan akar yang kuat sehingga mampu mencegah erosi lereng.

  • Geocell

Geocell merupakan struktur 3 dimensi dimana memberikan efek kekakngan pada struktur tanah. Kekangan (confinement) yang terjadi sangat membatasi pergerakan partikel tanah sehingga sangat efektif apabila digunakan sebagai proteksi lereng.

Merujuk pada penelitian ilmiah yang dipaparkan dalam “The 2018 World Congress on Advances in Civil, Environmental, & Materials Research (ACEM18)”, dilakukan penenelitian untuk beberapa material proteksi lereng.

efer to: Franz Erickson Paz, Performance evaluation of soil erosion control geotextile materials on road cut slope

Hasil dari riset menunjukkan bahwa geomat menunjukkan kehilangan partikel terkecil pada bulan Januari dan Geocell menunjukkan kehilangan partikel kecil pada jangka panjang. Apabila ditinjau dalam 1 bulan, proteksi lereng dengan sabut kelapa menunjukkan material yang paling efektif dalam mengurangi erosi lereng diikuti dengan geocell.

Dari hasil penelitian, tanah lereng teridentifikasi sebagai clay dan menunjukkan bahwa tanaman/vegetasi tumbuh dengan sangat baik pada lereng yang diselimuti dengan geocell, karena geocell memiliki bukaan seperti kantong-kantong yang memungkinkan akar tanaman untuk tertanam dengan baik dan lebih cepat. Guo (2015), menyatakan bahwa bukaan kecil pada geotekstile lainnya, lebih menyulitkan akar tanaman untuk penetrasi sehingga berkembang lebih lambat.

Keefektifan geocell dalam mengatasi masalah erosi lereng, membuat geocell banyak diaplikasikan dalam berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Salah satunya pada proteksi lereng di proyek Reservoir PT. Krakatau Posco.

PROBLEM

Lereng dengan kemiringan 1:1 atau 45 derajat berpotensi mengalami erosi pada saat hujan. Dalam management resiko, erosi yang terjadi terus menerus bisa berpotensi menimbulkan resiko land slide.

SOLUTION

Melihat lereng yang cukup tinggi dan kemiringan yang cukup rentan terhadap erosi, maka kami menyarankan penggunaan geocell dengan ketinggian 15 cm untuk pencegah Erosi. Design dan spesifikasi dari kami diolah dan diimplementasikan oleh SDM Krakatau Engineering yang sangat terampil. Setelah geocell di gelar dengan teknik tertentu, langsung di isi dengan material tanah. Setelah tanah dalam geocell dipadatkan pada semua bidang, penanaman rumput langsung dilaksanakan, sehingga lereng berdiri dengan megah dan asri dengan rumput yang hijau .